Pembangunan Kembali Bait Suci Yahudi sudah di Depan Mata:
Artikel Pembangunan Kembali Bait Suci Yahudi sudah di Depan Mata Saat ini sedang ramai diperbincangkan. Bacalah dan berikan komentar mu.
Masih Banyak Lagi Artikel Menarik Lainnya, dapat anda lihat pada website KitabHenokh.COM - Portal Berita untuk Generasi Akhir Zaman.
Story of my life
Kamis, 11 Agustus 2016
Kamis, 14 Juli 2016
THE ARCHITECTURE OF LOVE
REVIEW BUKU: THE ARCHITECTURE OF LOVE - IKA NATASSA
Judul: The Architecture of Love
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2016
Tebal: 304 halaman
ISBN: 978-602-03-2926-0
But we are all strangers to one another until we find something that connects us, right?
Blurb:
New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron's You've Got Mail hingga Martin Scorsese's Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai "karakter" yang menghidupkan cerita.
Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.
Raia menjadikan setiap sudut New York "kantor"-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita.
Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga.
Review:
You know you’ve read a good book when you turn the last page and feel a little as if you have lost a friend–that’s how I feel every time I finish Ika Natassa’s books. Sukses dengan A Very Yuppy Wedding (2007), Divortiare (2008), Antologi Rasa (2011), Twivortiare (2012), Twivortiare 2 (2014), Critical Eleven (2015), dan Underground (2016), Ika Natassa kembali melahirkan sebuah novel yang disambut hangat oleh para pembacanya yaitu The Architecture of Love.
Pada Twivortiare, Ika membuat novel dengan konsep Twitter di mana cerita yang disampaikan berasal dari kumpulan tweets, kali ini Ika menghidangkan The Architecture of Love dengan konsep yang juga tidak biasa. Dia memanfaatkan fitur Twitter Poll dengan mengajak pembaca yang juga followers Twitter-nya untuk ikut serta menentukan alur cerita dari awal sampai ending.
Terdengar unik, bukan? Sama seperti novel-novel sebelumnya, Ika Natassa tidak pernah tidak mengecewakan pembaca. Meskipun pada Twitter Poll pembaca ikut serta dalam menentukan kejadian-kejadian yang akan terjadi, Ika mampu membungkus cerita ini dengan sangat baik, ia mengembangkan sebuah ide sederhana menjadi sesuatu yang tidak dapat kita tebak akan mengarah ke mana.
Kisah ini dimulai saat Raia menghadiri pesta pergantian tahun bersama sahabatnya, Erin, di apartemen Aga. Sesaat setelah teriakan penanda tahun baru terdengar, Raia yang memisahkan diri dari kerumunan tidak sengaja bertemu dengan seorang lelaki di sebuah ruangan yang gelap. Sweater abu-abu, celana jins, dan kaus kaki hijau. Laki-laki dengan sorot mata tajam yang tidak Raia ketahui namanya tersebut berhasil mengusik rasa penasaran yang ada di dalam dirinya.
“Tapi Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk mempertemukan dan memisahkan, menjauhkan dan mendekatkan, yang tidak pernah bisa kita duga-duga.”
Tidak pernah Raia sangka, di tengah keramaian Wollman Skating Rink, dia kembali dipertemukan dengan lelaki berkaus kaki hijau. Namun, kali ini Raia beruntung untuk mengetahui nama lelaki tersebut. River. The coolest name she has ever heard. And the coolest guy she has ever meet.
Pertemuan kedua River dan Raia pada siang itu adalah awal dari petualangan mereka mengelilingi New York. River berkeliling untuk mengunjungi tempat di mana ia bisa menggambar dan Raia ikut berkeliling bersama River untuk mencari inspirasi menulis. Semakin lama menghabiskan waktu bersama River, Raia sadar bahwa laki-laki misterius itu memiliki kesamaan dengan dirinya–mereka memiliki at least one secret that will break people heart.
“Because you’re as lost as I am, Raia. And in a city this big, it hurts less when you’re not lost alone.”
Sejauh ini, membaca novel-novel Ika Natassa dari Critical Eleven–novel Ika yang pertama kali kubaca–sampai The Architecture of Love, aku masih saja jatuh cinta dengan bahasa yang digunakan. Sederhana, jujur, dan mengalir begitu saja. Tidak hanya berhasil membuat pembaca terkagum-kagum sampai baper dengan karakter-karakternya yang too-good-to-be-true, menurutku Ika juga berhasil membuat cerita yang membawa siapa saja yang membaca karyanya ikut hadir di tengah-tengah cerita tersebut lewat tulisan-tulisannya yang sangat nyata. Bagaimana Ika menjelaskan sesuatu, apa pun itu, sangatlah detail dan tidak setengah-setengah.
Dalam The Architecture of Love, kita diajak Ika mengelilingi New York bersama River dan Raia, mengunjungi gedung-gedung serta tempat-tempat yang menarik. Di sini, Ika dengan sangat baik menjelaskan detail demi detail tempat yang dikunjungi oleh River dan Raia. Whispering Gallery, Flatiron Building, New York Public Library, sampai Paley Park yang sangat menarik perhatianku. Oh, I wish there could be a place like that in my city.
Dengan River kita diajak untuk mengunjungi gedung-gedung yang menjadikan sosoknya yang dingin terlihat berbeda di mata Raia. River dengan penuh semangat menjelaskan setiap detail serta sejarah dari tempat yang mereka kunjungi. Kalau kata Raia, “Siapa pun yang sedang bercerita dengan semangat tentang sesuatu yang menjadi passion-nya memang entah bagaimana selalu terlihat seksi,” Sedang dengan Raia, penulis best-seller yang mengekor River pergi menggambar untuk mencari inspirasi, kita diajari untuk menulis cerita karena kita cinta menulis, menulis kisah karena ada yang ingin kita ceritakan, bukan karena sebuah popularitas.
Sungguh perpaduan yang sangat menarik, memadukan seorang arsitek dan penulis yang sama-sama mencintai passion-nya dan juga sama-sama berusaha menjalani hidup dengan bayang-bayang masa lalu. Ya, The Architecture of Love adalah novel yang menceritakan bagaimana seseorang bangkit dari keterpurukan dengan menekuni apa yang mereka cintai sampai mendapatkan kembali siapa yang pantas mereka cintai.
Beberapa pembaca ada yang menanyakan apakah sebelum membaca The Architecture of Love harus membaca novel-novel tertentu–seperti membaca Twivortiare yang harus membaca Divortiare terlebih dahulu–well, jawabannya tidak. The Architecture of Love ini memiliki cerita tersendiri, hanya saja tokoh Raia Risjad masih berhubungan dengan kedua lelaki yang sampai sekarang masih menarik hati pembaca setia Ika Natassa, siapa lagi kalau bukan kakak beradik, Ale dan Harris Risjad.
Untuk kalian yang sudah pernah membaca Antologi Rasa dan Critical Eleven, serta masih tergila-gila dengan kedua lelaki tersebut, surprise! Yeah. Kalian bakalan melepas rindu dengan mereka di novel ini. Apa peran mereka? Well, cari tahu sendiri, ya! Yang pasti tingkah mereka kalau lagi ngumpul-ngumpul benar-benar menggemaskan. Terutama untuk orang sepertiku yang masih jatuh cinta dengan sosok Aldebaran Risjad. Maaf, ya, River, Ale still holds a special place in my heart.
Untuk cerita yang diangkat pada The Architecture of Love tergolong sederhana dibandingkan Critical Eleven dan konflik yang disuguhkan pun tidak terlalu berat seperti novel-novel Ika yang lain. The Architecture of Love hanyalah sebuah novel sederhana yang mengisahkan dua manusia di masa pelarian mereka yang kemudian dihubungkan oleh gedung-gedung yang mereka datangi untuk menjemput inspirasi.
Menurutku, The Architecture of Love adalah bacaan yang cukup ringan dan manis, sangat manis. Ika menggambarkan tokoh River dan Raia yang seakan-akan kembali jatuh cinta layaknya sepasang anak SMA. Bagaimana Raia menggoda River dengan sebutan Bapak Sungai dan River yang senang sekali menggoda Raia dengan jurus Tom & Jerry-nya. Seperti yang aku bilang, manis, sangat manis.
Di dalam novel ini, Ika berkali-kali mengulang sebuah kalimat sederhana yang entah mengapa terdengar luar biasa. Luar biasa menenangkan. Luar biasa menyakitkan. Luar biasa membingungkan.
“Disayangi itu menyenangkan, Riv.”
Ah, boleh aku ulang lagi? Disayangi itu menyenangkan, Riv. Kalimat tersebut dilontarkan oleh Paul, sahabat River, yang membuatku sama berpikirnya dengan River.
Memang bukan Ika Natassa namanya kalau tidak berhasil memberi pembaca asupan-asupan berupa kalimat-kalimat yang quoteable. Banyak sekali kalimat-kalimat sederhana yang menurutku sangat realistis di dalam novel ini. Kalimat-kalimat yang membuat hati siapa pun yang membaca ikut tergerak dan tersadar bahwa hal-hal tersebut juga sering terjadi di kehidupan kita.
Overall, aku senang sekali dengan The Architecture of Love dan memberikan novel ini 4 dari 5 bintang! Kalau kalian penikmat novel-novel Ika Natassa atau baru membaca beberapa dari novelnya, kalian tetap tidak boleh melewatkan novel yang satu ini. Kapan lagi bisa keliling New York ditemani seorang arsitek dan penulis yang berhasil mengajari kita melihat New York dengan cara mereka masing-masing?
“People say that Paris is the city of love, but for Raia, New York deserves the title more. It’s impossible not to fall in love with the city like it’s almost impossible not to fall in love in the city.”
***
Terima kasih sudah berkunjung! Selamat menikmati The Architecture of Love ditemani Raia dan River selaku Raia's Private Guide Tour. Sampai jumpa di postingan selanjutnya, ya! Semoga di lain waktu kita juga bisa menikmati New York dan melihatnya dengan cara kita sendiri.
Selasa, 31 Mei 2016
Menjadi Kristen kantung anggur baru
Menjadi Kristen kantung anggur baru
Allah yang kita layani adalah Allah dari permulaan yang baru. Dia adalah Allah yang membawa perubahan-perubahan didalam hidup kita. Namun untuk mengalami dan menikmati hal-hal yang baru dari Tuhan, kita perlu beradaptasi terhadap perubahan- perubahan yang sedang terjadi.
Dalam kalender Tuhan, saat ini kita sedang berada di tahun Ayin Vav, di bulan Iyar. Sementara kita menikmati berkat-berkat yang Tuhan siapkan di bulan Iyar, kita perlu mempelajari, mengamati serta mempersiapkan diri untuk memasuki rosh khodes berikutnya. Setiap bulan Tuhan mempersiapkan berkat-berkat khusus, supaya kita bersemangat dan bergelora mengikuti Tuhan. Dia tidak mengijinkan kita parkir di salah satu bulan-bulan tersebut.
Rasul Petrus berkata di 1 Petrus 5:8: berjaga-jagalah ! Karena Tuhan sedang bersiap-siap untuk melakukan sesuatu yang baru bagi gereja-Nya. Kita akan menuju akhir dari siklus Tuhan. Kita sedang berada di akhir jaman. Ini adalah masa dimana Gereja mempersiapkan diri untuk pengangkatan. Mengapa kita perlu mempelajari kalendernya Tuhan? Karena gereja harus mempersiapkan diri untuk repture - untuk diangkat oleh Tuhan. Kita ada di musim dispensasi oleh Roh Kudus, karena dibutuhkan Roh Kudus untuk membawa kita pada pertobatan. Sebab itu mari, jangan lecehkan anugerah Tuhan. Jangan kita anggap remeh hal ini. Perhatikan pertobatanmu. Setan dengan geram memburu orang-orang percaya untuk membatalkan dan mengaborsi rencana Tuhan bagi gerejaNya. Dunia saat ini sedang berubah. Masalah- masalah yang dihadapi dunia harus menjadi kesempatan besar bagi kita - orang-orang percaya yang dipimpin Roh Kudus.
Tapi bagi orang Kristen kedagingan, apa yang mengerikan bagi dunia sama mengerikannya bagi mereka. Jadilah Tzaddik – artinya hidup dalam posisi benar dihadapan Tuhan, hidup lurus dihadapan Tuhan. Hiduplah dipimpin Roh Kudus, maka Anda akan melihat wilayah dimana Anda tinggal akan dipenuhi kemulian Allah, tempat dimana Anda bekerja akan dipenuhi dengan hadirat Allah, demikian juga kampus-kampus, sekolah-sekolah akan merasakan kehadiran Tuhan.
Tuhan kita selalu bergerak, karena Roh Kudus itu seperti angin, Roh Kudus adalah Hei. Kita tidak tahu darimana datangnya dan kemana perginya angin. Setelah Anda lahir baru, dipenuhi Roh Kudus itu bukan segala-galanya, Anda baru ada di “pintu” dan harus masuk dan berjalan dipimpin oleh Tuhan yang tidak bisa diprediksi (Yohanes 3:7-8).
Musa adalah seorang yang fleksibel, hatinya lentur, bisa direntangkan, tidak menolak perubahan yang sedang Tuhan kerjakan didalam hidupnya. Berbeda dengan Firaun yang tidak tahu Allah semesta alam yang sedang menunjukkan kekuasaan-Nya dihadapannya. Firaun menolak berubah karena dia memiliki perspektif bahwa orang Israel adalah budak-budak yang dipekerjakan untuk membangun impiannya semata. Sementara di mata Tuhan, mereka adalah pembangun suatu bangsa bahkan suatu bangsa prototype, sebagai contoh bagi semua bangsa-bangsa lain sebagaimana yang Tuhan janjikan kepada Abraham. Hingga akhirnya Tuhan menghancurkan Firaun. Tuhan memulai suatu sejarah baru dengan bangsa Israel. Apabila Anda tetap mengeraskan hati, tegar tengkuk, menolak untuk berubah, berlambat-lambat, menunda segala-galanya, hanya menjadi penonton dan penganalisa kegerakan Tuhan, Anda akan berakhir seperti Firaun. Jika Anda mau menikmati berkat Tuhan, Anda harus hidup seperti Musa, jika tidak Anda akan dihancurkan oleh kekerasan hati Anda yang menolak untuk berubah.

Tuhan sedang mengajar kita mengenai kondisi hati, dan mengenai Roh Kudus. Jadi kalau kita mau dipenuhi Roh Allah, kita harus memiliki hati yang lembut, yang lentur, yang masih fleksibel untuk direntangkan. Setelah kita menerima Yesus, Allah mengambil hati kita yang keras dan memberikan kita hati yang baru. Dia berikan roh yang baru supaya Roh Kudus bisa berdiam didalam kita dan memimpin hidup kita. Untuk bisa dipimpin Roh Kudus kita harus jadi seperti anak kecil yang polos, bergairah, aktif, dan menyukai hal-hal yang baru. Tuhan senang melakukan hal yang baru, Dia membuka jalan yang baru. (Yesaya 43:18-19).

Jika Anda tidak punya sikap seorang anak, Anda akan meleset, tidak bisa melihat Roh Kudus bekerja. Begitu Anda menerima Yesus selalu ada yang baru yang disiapkan Allah. Karena itu perubahan pikiran sangat penting (Ibrani 10:19-20). Jika Anda tidak bisa berubah dimusim-musim ini, itu indikator Anda masih memakai pola pikir kantong anggur yang lama. Bila hatimu dipenuhi kepahitan, tersinggung, tidak mau mengampuni, kemarahan yang sudah merasuk dalam, balas dendam, ini membuat Anda tidak bisa mendengar suara Tuhan. Saat kita tidak mendengar suara Tuhan, iman tidak timbul. Sementara Tuhan berfirman hanya orang yang hidup dengan iman yang bisa bejalan dalam kebenaran. Apa yang membenarkan Anda adalah imanmu pada Anak Domba Allah.

Ada orang tidak mau berubah karena hatinya terluka. Cara menyembuhklan luka masa lalu adalah jangan ingat-ingat lagi masa lalu, jangan usik masa lalu, sekalipun dengan cara bercanda. Tetapi ingatlah Firman Tuhan, hiduplah berdasarkan prinsip Firman Tuhan. Jangan lagi kata-kata yang tidak benar itu tinggal di hati kita, hati kita harus dipenuhi dengan firman. Yesaya 43:18-19 berkata: ... belumkah kamu mengetahuinya Aku buka jalan yang baru, Aku punya anggur yang baru, Aku akan buat kamu kantong yang baru supaya pada saat kamu sadar Aku melakukan perkara yang baru, waktu kamu peluk itu, kamu bisa berjalan dijalan yang baru itu. Lupakan perbudakan, lupakan pukulan-pukulan yang kamu alami di Mesir, lihat Aku buka jalan hanya untukmu, jalan yang baru di padang gurun, di kiri kanan ada sungai. Aku akan buat padang gurunmu menjadi hutan yang rimbun. Tuhan senang memulai yang baru. Dia mengundang Anda untuk memulai hidup baru, dan ini semua tergantung pada kita apakah mau menerima apa yang sudah Tuhan buat. Firman Tuhan berkata: tujuh kali orang benar jatuh, dia selalu bangun lagi karena Tuhan punya “tombol reset”. Dengan ‘tombol reset” kita bisa memulai hal yang baru. Apakah Anda siap memulai yang baru bersama Allah hari ini? Jalan yang baru, hidup yang baru, memasuki rencana Tuhan yang baru. Selamat tinggal masa lalu, selamat datang masa depan. Masa depan kita akan menjadi lebih besar dari masa lalu.

https://www.facebook.com/notes/indri-gautama/menjadi-kristen-kantung-anggur-baru/10156931406825035
Selasa, 19 April 2016
Atas Nama
Atas nama Tuhan melecehkan Tuhan
Ada yang atas nama negara merampok negara
Ada yang atas nama rakyat menindas rakyat
Ada yang atas nama kemanusiaan memangsa manusia
Ada yang atas nama keadilan meruntuhkan keadilan
Ada yang atas nama persatuan merusak persatuan
Ada yang atas nama perdamaian mengusik kedamaian
Ada yang atas nama kemerdekaan memasung kemerdekaan
Maka atas nama apa saja atau siapa saja
Kirimlah laknat kalian
Atau atas nama-Ku perangilah mereka
Dengan kasih sayang
Rembang, Agustus 1997
KH. A Mustofa Bisri (Gus Mus)
Minggu, 10 April 2016
Tuhan adalah Terangku
Ini yang kuingini
Berada dekatMu
Saksikan kemurahanMu
Satu hal yang ku tahu
Ini yang kuingini
Menikmati kasih
Di dalam anugerahMu
*
Tuhan adalah terangku
Penuntun hidupku
Kau buatku hidup di dalam rencana-Mu
Tiada ku takut
Tida ku gentar
Bersama denganMu yang aku "percaya"
By: Sound of Prise
Senin, 01 Februari 2016
........The Choice is Yours.......
What do you think about Love Different Religion??
Okay, sebelum bahas pacaran beda agama, kita bahas pacarannya dulu. Pacaran? Pacaran tanpa tujuan itu bukan pacaran, itu mainan. Mainan dibuat untuk apa? Untuk mengisi waktu luang, untuk mencari kepuasan, untuk seru-seruan, untuk nyenengin diri sendiri, demikian halnya pacaran tanpa tujuan. Sedang menurut gue, menikah adalah tujuan dari pacaran. Kalo cuma karena sama-sama suka/sayang, menurut gue, nggak pacaran juga nggak apa. Berteman aja. Berteman mesra barangkali. Saling sayang emang harus pacaran? Oh biar ada keterikatan? Well.. Jika ingin terikat, maka harus ada tujuan yang jelas. Sejelas-jelasnya tujuan pacaran ya menikah. Tidak lain.
Balik soal pacaran beda agama. Sebenernya pacaran beda agama itu enak. Dari awal jadian, lo udah punya alasan putus. Hehehe.. tapi gini.. kalo kita balik ke tujuan pacaran yaitu menikah, maka apa bisa lo menikah sama orang yang beda agama? Di Indonesia, hukumnya kayaknya nggak boleh. Atau mungkin bisa lo akal-akalin.. kalo ada biaya, lo bisa nikah di luar negeri. Bisa-bisa aja sebenernya nikah beda agama, tapi sekarang pertanyaannya, apa arti menikah buat lo?
Bagi gue, menikah itu sama dengan ibadah. Kalo bicara ibadah, maka kita bicara Tuhan. Menikah bisa dibilang bentuk penghormatan kita kepada Tuhan sebagai yang Empunya cinta. Untuk kemudian kita memiliki keturunan, dst. Nah.. apa pernikahan beda agama itu merupakan suatu bentuk penghormatan kita kepada Tuhan? Balik ke ajaran masing-masing deh, boleh nggak nikah beda agama?
Kata gue pacaran beda agama itu cuma salah satu bentuk dari hubungan yang tidak seimbang. Karena agama adalah sesuatu yang mencolok di mata kita, makanya ramai dibahas. Tapi ada hal-hal lain yang nggak kalah penting.. ketidakseimbangan hubungan nggak cuma soal beda agama.
Keimanan. Yang satu percaya Tuhan ada, yang satu lagi nggak percaya Tuhan ada. Nah, ini jadi tidak mencolok sebab orang yang nggak percaya Tuhan ini bisa jadi orang yang KTP-nya seagama sama kita. Banyak kasus.. di KTP sih seagama. Tapi keyakinannnya akan Tuhan, beda. Maka jadinya hubungannya tidak seimbang.
Ada pun pengenalan akan Tuhan-nya tidak sealiran. Yang satu berpikir kalau Tuhan memerintahkan A, yang satu lagi berpikir kalau Tuhan tidak memerintahkan A. Atau yang satu memiliki ajaran, begini boleh. Yang satu merasa itu tidak boleh. Nah, ini kan juga nggak seimbang. Ketidak-seimbangan ini akan jadi dampak besar di dalam keluarga, ke anak-anak kelak. Dan masih banyak lagi ketidak-seimbangan yang bikin hubungan jadi gampang goyah, atau sesungguhnya tidak berkenan di hadapan iman. Ya.. Memang harus sejauh ini kita berpikir.
"Banyak orang punya agama, tapi tidak punya hubungan dengan Tuhan."
Contek: Bang Zarry Hendrik
Senin, 25 Januari 2016
‘ku Tetap Setia
Seperti wanita mengurapiMu
Menangis dibawah kakiMu
Demikian hidupku mau mengasihiMu
Yesus Engkau baik bagiku
**
Sampai akhir ku menutup mata
Ku tetap setia menanti janjiMu
Sampai kudapatkan mahkota kehidupanku
Ku tetap setia, tuk melayaniMu
Seperti wanita mengurapiMu
Menangis dibawah kakiMu
Demikian hidupku mau mengasihiMu
Yesus Engkau baik bagiku
**
Sampai akhir ku menutup mata
Ku tetap setia menanti janjiMu
Sampai kudapatkan mahkota kehidupanku
Ku tetap setia, tuk melayaniMu
Ku tetapsetia, tuk melayaniMu
Grezia Epiphania
https://www.youtube.com/watch?v=Epe9QvN47_A
Langganan:
Postingan (Atom)





