Senin, 01 Februari 2016

........The Choice is Yours.......


What do you think about Love Different Religion??

Okay, sebelum bahas pacaran beda agama, kita bahas pacarannya dulu. Pacaran? Pacaran tanpa tujuan itu bukan pacaran, itu mainan. Mainan dibuat untuk apa? Untuk mengisi waktu luang, untuk mencari kepuasan, untuk seru-seruan, untuk nyenengin diri sendiri, demikian halnya pacaran tanpa tujuan. Sedang menurut gue, menikah adalah tujuan dari pacaran. Kalo cuma karena sama-sama suka/sayang, menurut gue, nggak pacaran juga nggak apa. Berteman aja. Berteman mesra barangkali. Saling sayang emang harus pacaran? Oh biar ada keterikatan? Well.. Jika ingin terikat, maka harus ada tujuan yang jelas. Sejelas-jelasnya tujuan pacaran ya menikah. Tidak lain.
Balik soal pacaran beda agama. Sebenernya pacaran beda agama itu enak. Dari awal jadian, lo udah punya alasan putus. Hehehe.. tapi gini.. kalo kita balik ke tujuan pacaran yaitu menikah, maka apa bisa lo menikah sama orang yang beda agama? Di Indonesia, hukumnya kayaknya nggak boleh. Atau mungkin bisa lo akal-akalin.. kalo ada biaya, lo bisa nikah di luar negeri. Bisa-bisa aja sebenernya nikah beda agama, tapi sekarang pertanyaannya, apa arti menikah buat lo?
Bagi gue, menikah itu sama dengan ibadah. Kalo bicara ibadah, maka kita bicara Tuhan. Menikah bisa dibilang bentuk penghormatan kita kepada Tuhan sebagai yang Empunya cinta. Untuk kemudian kita memiliki keturunan, dst. Nah.. apa pernikahan beda agama itu merupakan suatu bentuk penghormatan kita kepada Tuhan? Balik ke ajaran masing-masing deh, boleh nggak nikah beda agama?
Kata gue pacaran beda agama itu cuma salah satu bentuk dari hubungan yang tidak seimbang. Karena agama adalah sesuatu yang mencolok di mata kita, makanya ramai dibahas. Tapi ada hal-hal lain yang nggak kalah penting.. ketidakseimbangan hubungan nggak cuma soal beda agama.
Keimanan. Yang satu percaya Tuhan ada, yang satu lagi nggak percaya Tuhan ada. Nah, ini jadi tidak mencolok sebab orang yang nggak percaya Tuhan ini bisa jadi orang yang KTP-nya seagama sama kita. Banyak kasus.. di KTP sih seagama. Tapi keyakinannnya akan Tuhan, beda. Maka jadinya hubungannya tidak seimbang.
Ada pun pengenalan akan Tuhan-nya tidak sealiran. Yang satu berpikir kalau Tuhan memerintahkan A, yang satu lagi berpikir kalau Tuhan tidak memerintahkan A. Atau yang satu memiliki ajaran, begini boleh. Yang satu merasa itu tidak boleh. Nah, ini kan juga nggak seimbang. Ketidak-seimbangan ini akan jadi dampak besar di dalam keluarga, ke anak-anak kelak. Dan masih banyak lagi ketidak-seimbangan yang bikin hubungan jadi gampang goyah, atau sesungguhnya tidak berkenan di hadapan iman. Ya.. Memang harus sejauh ini kita berpikir.
"Banyak orang punya agama, tapi tidak punya hubungan dengan Tuhan."


Contek: Bang Zarry Hendrik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar